Review Minions & Monsters: Tingkah Konyol Makhluk Kuning yang Nyasar Jadi Pembuat Film di Hollywood

Review Minions & Monsters: Tingkah Konyol Makhluk Kuning yang Nyasar Jadi Pembuat Film di Hollywood

Review Minions & Monsters

Dari awal menonton film ini sebenarnya saya tidak berekspetasi apapun. Walaupun banyak yang antusias saat film ini diputar, hal ini bisa dilihat dari cukup banyaknya anak-anak dan orang dewasa yang datang ke bioskop NSC Kudus ketika film ini ditayangkan.

Kalau saya sendiri datang ke bioskop memang hanya ingin bersantai.

Saya ingin ketawa melihat tingkah konyol para Minion tanpa terlalu berharap dengan alur cerita, konflik atau plot twist yang akan diberikan oleh film ini.

Karena menurut saya kalau sudah berhubungan dengan Minion, kita sebenarnya sudah tahu apa yang akan kita dapatkan.

Minion yang berantakan, tingkah konyol, suara yang tidak jelas, dan berbagai macam kekacauan yang mereka buat.

Tapi ada satu hal yang semakin saya rasakan setelah menonton film ini, yaitu menurut saya kedepannya akan cukup berat bagi Minion jika harus berdiri sendiri tanpa karakter seperti Gru.

Sinopsis Singkat: Minions & Monsters

Film ini membawa para Minion ke dunia Hollywood pada tahun 1920-an.

Para Minion kali ini mencari makhluk menakutkan untuk dijadikan bagian dari film monster yang sedang mereka buat.

Namun seperti yang bisa kalian bayangkan, ketika para Minion sudah mulai melakukan sesuatu, tentu saja semuanya tidak akan berjalan normal.

Mereka kemudian bertemu dengan makhluk hijau yang tidak terduga dan dari sinilah kekacauan semakin besar sampai mereka harus berusaha menyelamatkan bumi dari monster yang mereka lepaskan sendiri.

Jadi konsepnya menurut saya cukup unik.

Para Minion bukan hanya menjadi karakter yang berada di dalam sebuah cerita monster, tetapi film ini juga mencoba membawa mereka masuk ke dalam dunia perfilman Hollywood klasik.

Ada beberapa referensi mengenai film-film monster lama, film bisu dan sejarah perfilman yang menurut saya justru lebih mungkin dipahami oleh penonton dewasa dibandingkan anak-anak.

POV: Opini Jujur Menurut Saya Soal Film Ini

Saya Memang Datang Hanya Untuk Ketawa

Seperti yang saya bilang di awal, dari awal saya memang tidak mempunyai ekspetasi apapun.

Saya hanya ingin bersantai dan menikmati tingkah konyol para Minion..

Ada beberapa bagian dimana saya masih bisa tersenyum melihat tingkah mereka yang memang sangat absurd.

Karena memang kekuatan utama Minion dari dulu bukan pada cerita yang rumit.

Kekuatan mereka ada pada tingkah laku yang konyol dan kekacauan yang mereka buat.

Jadi selama film masih bisa memberikan hal tersebut, menurut saya masih ada alasan untuk menikmati filmnya.

Konsep Hollywood Tahun 1920-an Cukup Menarik

Menurut saya salah satu hal yang cukup menarik dari film ini adalah bagaimana Minion dimasukkan ke dalam dunia Hollywood lawas.

Ada semacam kecintaan terhadap sejarah perfilman yang dimasukkan ke dalam cerita.

Mulai dari nuansa film bisu, film monster klasik sampai beberapa referensi yang mungkin lebih bisa ditangkap oleh orang dewasa.

Buat anak-anak mungkin mereka hanya melihat Minion dan monster.

Tapi buat orang dewasa, beberapa referensi tersebut bisa terasa lebih menarik karena kita bisa melihat bahwa film ini mengambil inspirasi dari berbagai macam genre film klasik.

Menurut saya konsep ini sebenarnya cukup bagus.

Bahkan ada satu gagasan sederhana yang menurut saya menarik dari film ini yaitu tentang “Buatlah film!”

Dari sini film seperti mencoba menunjukkan bahwa sebuah film bisa lahir dari kreativitas, ketidaktahuan dan kekacauan.

Dan tentu saja ketika yang membuat film adalah para Minion, hasilnya menjadi sangat kacau.

Menurut saya bagian seperti inilah yang justru membuat film ini cukup menyenangkan untuk diikuti.

Tapi Minion Kalau Berdiri Sendiri Menurut Saya Mulai Terasa Kurang

Nah ini opini pribadi saya.

Menurut saya Minion sebenarnya akan cukup berat kalau harus terus menerus berdiri sendiri tanpa adanya karakter seperti Gru.

Bukan berarti Minion tidak lucu.

Mereka masih lucu dan konyol.

Tapi menurut saya karakter Minion lebih efektif ketika mereka menjadi karakter pendukung.

Kita bisa melihat hal tersebut dari film-film Despicable Me sebelumnya.

Ketika ada Gru, Minion mempunyai seseorang untuk menjadi pusat interaksi mereka.

Ada hubungan yang jelas antara Gru dan Minion.

Ada karakter yang bisa menjadi tempat Minion melakukan kekacauan.

Sedangkan ketika Minion berdiri sendiri, menurut saya lama kelamaan kekonyolan mereka bisa terasa repetitif.

Awalnya lucu.

Kemudian lucu lagi.

Kemudian mereka melakukan kekacauan lagi.

Tapi kalau sepanjang film hanya mengandalkan hal tersebut, lama kelamaan saya merasa ada sesuatu yang kurang.

Dan perasaan tersebut saya rasakan ketika menonton Minions & Monsters.

Komedinya Masih Ada, Tapi Mulai Terasa Repetitif

Untuk masalah komedi sebenarnya saya masih bisa menikmati.

Ada beberapa adegan yang memang membuat saya tersenyum.

Tapi menurut saya Minion memang mempunyai batas tertentu dalam memberikan humor.

Karena mereka mempunyai gaya komedi yang sangat khas.

Suara aneh.

Tingkah konyol.

Jatuh.

Berantakan.

Membuat kekacauan.

Dan hal-hal absurd lainnya.

Kalau digunakan dalam porsi tertentu tentu sangat menghibur.

Tapi kalau terlalu sering digunakan sepanjang film, menurut saya efek lucunya bisa berkurang.

Jadi saya merasa Minion sebenarnya lebih cocok muncul sebagai karakter pendukung yang memberikan humor di sela-sela cerita utama daripada harus menjadi satu-satunya sumber hiburan selama film berlangsung.

Dari Segi Visual Tidak Perlu Diragukan

Kalau berbicara mengenai kualitas animasi menurut saya tidak perlu diragukan lagi.

Visualnya bagus.

Audio juga bagus.

Musiknya juga mendukung suasana film.

Dari awal sampai akhir saya tidak merasa ada masalah dari sisi teknis.

Warna-warni khas dunia Minion juga tetap terasa dan membuat film ini sangat cocok untuk ditonton oleh anak-anak.

Jadi kalau kalian membawa anak untuk menonton film ini, secara visual menurut saya mereka akan sangat menikmati apa yang ada di layar.

Ceritanya Ringan dan Tidak Perlu Terlalu Dipikirkan

Kalau kalian mencari cerita yang kompleks, menurut saya film ini bukan tempatnya.

Tapi memang dari awal saya tidak mencari hal tersebut.

Saya hanya ingin menonton film yang ringan.

Dan dari sisi itu film ini cukup memenuhi apa yang saya harapkan.

Filmnya tidak membuat saya harus berpikir keras mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tidak perlu terlalu memikirkan plot twist.

Tinggal duduk, menikmati animasi, melihat Minion membuat kekacauan dan sesekali tertawa.

Dan menurut saya itu memang sudah cukup.

Kelebihan dan Kekurangan Dari Film ini Menurut Opini Saya Pribadi

Kelebihan

1. Minion masih lucu dan konyol

Ini tentu menjadi alasan utama kenapa film ini masih bisa dinikmati.

Tingkah konyol mereka masih menjadi daya tarik terbesar film.

2. Konsep Hollywood klasik cukup menarik

Membawa Minion ke dunia perfilman Hollywood tahun 1920-an menurut saya merupakan ide yang cukup unik.

Apalagi ada beberapa referensi terhadap film monster dan perfilman klasik.

3. Visual, audio dan musik sangat bagus

Dari sisi teknis menurut saya tidak perlu diragukan.

Animasi, suara dan musik semuanya mendukung pengalaman menonton film ini.

4. Cocok untuk tontonan santai bersama keluarga

Saya sendiri datang ke bioskop memang hanya ingin bersantai dan film ini cukup berhasil memberikan pengalaman tersebut.

Kekurangan

1. Karakter Minion terasa sedikit hampa ketika berdiri sendiri

Ini menurut saya kekurangan terbesar film ini.

Bukan karena Minion tidak lucu, tetapi karena saya merasa mereka membutuhkan karakter lain untuk menjadi pusat interaksi.

Menurut saya karakter seperti Gru sangat penting untuk membuat tingkah Minion terasa lebih menarik.

2. Humor mulai terasa repetitif

Karena film cukup banyak mengandalkan tingkah konyol Minion, ada beberapa bagian yang menurut saya mulai terasa berulang.

3. Ceritanya cukup ringan

Untuk saya pribadi ini bukan masalah besar karena memang dari awal saya tidak mempunyai ekspetasi terhadap ceritanya.

Tapi kalau kalian mencari cerita yang kuat dan emosional, mungkin film ini tidak terlalu menawarkan hal tersebut.

Kesimpulan: Layak Di Tonton Atau Lewati Saja?

Setelah selesai menonton Minions & Monsters, menurut saya film ini masih enak dan cukup enjoy untuk ditonton.

Dan sebenarnya film ini sudah memberikan apa yang saya harapkan sejak awal masuk studio.

Saya hanya ingin bersantai.

Saya ingin melihat Minion melakukan hal-hal konyol.

Saya ingin tertawa tanpa harus terlalu memikirkan cerita atau plot twist.

Dan untuk hal tersebut, film ini menurut saya berhasil.

Tapi kalau ditanya apakah saya ingin melihat film Minion berikutnya yang kembali berdiri sendiri tanpa karakter seperti Gru?

Menurut saya justru disitulah tantangannya.

Karena semakin lama saya merasa Minion akan lebih menyenangkan jika mereka mempunyai karakter lain sebagai pendamping.

Menurut saya akan lebih segar kalau ada karakter seperti Gru yang menjadi pusat cerita sementara Minion menjadi karakter pembantunya.

Bukan berarti Minion tidak bisa berdiri sendiri.

Mereka masih lucu.

Mereka masih konyol.

Dan mereka masih mempunyai daya tarik yang sangat kuat terutama untuk anak-anak.

Hanya saja menurut saya kalau hanya mengandalkan kekonyolan Minion sepanjang film, lama kelamaan akan terasa repetitif.

Jadi secara keseluruhan, saya masih memasukkan Minions & Monsters ke dalam rekomendasi untuk kalian yang memang tidak terlalu peduli dengan alur cerita atau plot dan hanya ingin menikmati film animasi yang ringan.

Kalau kalian datang bersama keluarga atau anak-anak, menurut saya film ini masih cukup cocok.

Tapi kalau kalian berharap mendapatkan cerita yang sangat kuat, emosional atau mempunyai plot twist yang mengejutkan, mungkin jangan memasang ekspetasi terlalu tinggi.

Untuk saya pribadi, film ini sudah sesuai dengan tujuan saya ketika masuk bioskop.

Santai, ketawa dan menikmati kekonyolan Minion.

Untuk rating IMDb sendiri, saat saya melihatnya film ini mendapatkan 6,3/10.