Review Spider-Man: Brand New Day: Visual Gila, Aksi Memukau, Tapi Tidak Sempurna

Review Spider-Man: Brand New Day: Visual Gila, Aksi Memukau, Tapi Tidak Sempurna

Review Spiderman Brand New Day

Belakangan ini film superhero terutama film Marvel selalu menjadi salah satu film yang begitu ramai ketika masuk ke layar lebar, apalagi kalau yang keluar adalah film Spider-Man yang memang dari dulu sudah memiliki banyak sekali penggemar di seluruh dunia. Salah satu film yang begitu saya nantikan kali ini adalah Spider-Man: Brand New Day, setelah sebelumnya kita mendapatkan cerita Spider-Man: No Way Home yang menurut saya menjadi salah satu film Spider-Man yang sangat berkesan terutama dengan bagaimana cerita Peter Parker berakhir dengan semua orang melupakan dirinya.

Saya sendiri ketika ingin menonton film ini memiliki ekspetasi yang cukup tinggi, mengingat cerita terakhir dari No Way Home dimana sosok Peter Parker akhirnya harus menjalani kehidupan seorang diri dan semua orang yang dia kenal sudah melupakan siapa dirinya. Saya cukup penasaran bagaimana kehidupan Peter Parker setelah kejadian tersebut dan bagaimana Marvel akan melanjutkan ceritanya.

Bahkan pengalaman saya ketika ingin menonton film ini juga cukup menarik, karena saat saya datang ke NSC Kudus kondisi bioskop ternyata begitu ramai dan saya sampai harus bolak balik sebanyak 2 kali hanya untuk mendapatkan tiket menonton film ini. Suasananya menurut saya hampir mirip ketika saya menonton Spider-Man No Way Home dulu, dimana antusias penonton begitu besar dan banyak orang yang ingin melihat kelanjutan cerita Peter Parker.

Ketika akhirnya saya berhasil mendapatkan tiket dan masuk ke dalam studio, kemudian film mulai benar benar diputar, hal pertama yang langsung membuat saya cukup terkejut adalah visualnya. Kalau menurut saya Marvel memang benar benar luar biasa kalau sudah membahas film Spider-Man, dari warna, pengambilan gambar, efek visual sampai dengan adegan aksi menurut saya benar benar dibuat dengan sangat bagus.

Sekarang pertanyaannya adalah apakah Spider-Man: Brand New Day ini benar benar sebagus ekspetasi saya atau justru hanya film Marvel biasa yang mengandalkan nama besar Spider-Man? Berikut adalah review pribadi dari diri saya sendiri dan menurut keyakinan saya.

Sinopsis Singkat: Spider-Man Brand New Day

Film Spider-Man: Brand New Day kembali mengikuti kehidupan Peter Parker setelah kejadian besar yang terjadi di Spider-Man: No Way Home. Setelah identitas dan keberadaan Peter seperti dihapus dari kehidupan orang orang yang pernah mengenalnya, Peter sekarang menjalani kehidupannya seorang diri sebagai Spider-Man.

Peter Parker harus menghadapi kehidupan sebagai seorang superhero tanpa orang orang terdekat yang dulu selalu berada di sampingnya. Tidak ada lagi kehidupan seperti sebelumnya dan Peter harus menjalani semuanya sendirian sambil terus melakukan tugasnya sebagai Spider-Man.

Namun semakin lama tekanan yang dialami Peter semakin besar dan kemudian muncul ancaman baru yang membuat kehidupan Peter sebagai Spider-Man kembali berubah.

Dalam film ini Peter Parker yang diperankan oleh Tom Holland juga harus berhadapan dengan Frank Castle atau The Punisher yang diperankan oleh Jon Bernthal, kemudian ada juga beberapa karakter lain yang membuat cerita menjadi semakin luas seperti Bruce Banner yang diperankan oleh Mark Ruffalo dan karakter baru yang diperankan oleh Sadie Sink. Film ini disutradarai oleh Destin Daniel Cretton.

POV: Opini Jujur dan Hal Hal Yang Menarik Dari Film Ini

  • Atmosfer di bioskop : aku mulai dari suasana ketika menonton film ini, seperti yang saya ceritakan sebelumnya ketika saya datang ke NSC Kudus untuk membeli tiket kondisi bioskop benar benar ramai, saya bahkan harus bolak balik 2 kali untuk mendapatkan tiket karena begitu banyak orang yang ingin menonton Spider-Man Brand New Day.

Suasananya menurut saya hampir sama seperti ketika saya menonton Spider-Man No Way Home, dimana banyak orang yang memang sudah menunggu film ini sejak lama.

Menurut saya hal tersebut juga cukup masuk akal karena No Way Home meninggalkan cerita Peter Parker dalam kondisi yang cukup berbeda dari film film sebelumnya.

Peter sekarang sendirian dan semua orang yang mengenalnya sudah tidak mengingat siapa dirinya.

Jadi ketika film ini mulai diputar saya memang memiliki ekspetasi yang cukup tinggi untuk melihat bagaimana kehidupan Peter setelah kejadian tersebut.

Dan ketika film mulai benar benar masuk ke dalam ceritanya saya langsung cukup terkejut dengan visual yang diberikan.

  • Visual dan teknik pengambilan gambar : kalau untuk urusan visual menurut saya Marvel memang tidak perlu diragukan lagi terutama ketika membuat film Spider-Man.

Dari awal film sampai beberapa adegan aksi menurut saya warna yang digunakan sangat bagus dan pengambilan angle kameranya juga benar benar terasa seperti melihat panel komik yang hidup.

Ada beberapa shot yang menurut saya terlihat sangat indah dan membuat saya cukup lama memperhatikan bagaimana kamera mengambil gambar Spider-Man ketika sedang berayun atau ketika sedang bertarung.

Warna yang digunakan juga menurut saya sangat nyaman untuk dilihat dan tidak terasa terlalu berlebihan.

Menurut saya ini salah satu hal yang membuat film Spider-Man selalu menyenangkan untuk ditonton di bioskop karena visualnya memang dibuat untuk layar besar.

  • Adegan aksi dan stunt : untuk bagian aksi menurut saya ini juga menjadi salah satu kelebihan terbesar dari film ini.

Beberapa adegan pertarungan terasa lebih berat dan lebih nyata karena banyak menggunakan stunt secara langsung sehingga pergerakan karakter tidak terasa seperti CGI sepenuhnya.

Ada beberapa pertarungan yang menurut saya benar benar memuaskan terutama ketika Spider-Man harus menghadapi lawan dalam jarak dekat.

Kalau saya boleh membandingkan untuk urusan koreografi pertarungan, saya cukup teringat dengan film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings karena koreografi pertarungannya terasa cukup detail dan tidak hanya mengandalkan efek CGI.

Menurut saya hal tersebut tidak terlalu mengherankan karena film ini disutradarai oleh Destin Daniel Cretton yang sebelumnya juga menyutradarai Shang-Chi.

  • Chemistry Tom Holland dan Jon Bernthal : salah satu hal yang cukup menarik dari film ini menurut saya adalah interaksi antara Tom Holland dan Jon Bernthal.

Peter Parker dan Frank Castle memiliki karakter yang cukup berbeda sehingga ketika mereka berada dalam satu scene menurut saya cukup menarik untuk dilihat.

Tom Holland dengan karakter Peter Parker yang masih memiliki sisi humor dan emosional kemudian dipertemukan dengan Jon Bernthal sebagai Frank Castle yang memiliki pembawaan jauh lebih serius membuat beberapa scene terasa cukup menarik.

Menurut saya chemistry antara kedua karakter ini menjadi salah satu hal yang membuat saya cukup penasaran untuk melihat bagaimana hubungan mereka akan berkembang kedepannya.

Kelebihan dan Kekurangan Dari Film Spider-Man: Brand New Day

  • Kelebihan:

- Kualitas visual yang sangatbagus menurut saya menjadi salah satu kekuatan utama dari film ini, mulai dari warna, pengambilan gambar, efek visual dan bagaimana Spider-Man bergerak semuanya terlihat sangat bagus di layar lebar.


- Adegan aksi dan stunt yang memuaskan beberapa adegan pertarungan menurut saya terasa lebih nyata dan memiliki bobot dibandingkan hanya mengandalkan CGI.


- Chemistry Tom Holland dan Jon Bernthal menurut saya cukup menarik karena kedua karakter memiliki sifat yang sangat berbeda dan ketika dipertemukan menghasilkan interaksi yang cukup menyenangkan untuk ditonton.


- Cerita yang masih memiliki hubungan dengan No Way Home menurut saya menjadi salah satu hal yang membuat film ini menarik karena kita bisa melihat bagaimana Peter Parker menjalani kehidupan setelah semua orang melupakannya.


- Visual seperti komik ada beberapa pengambilan gambar yang menurut saya benar benar terasa seperti melihat panel komik Spider-Man yang dibuat menjadi nyata.


  • Kekurangan:

- Penyelesaian konflik melalui dialog yang terasa dipaksakan. Di beberapa bagian saya merasa konflik yang terjadi seharusnya bisa memiliki bobot emosional yang lebih besar tetapi justru diselesaikan dengan dialog atau semacam ceramah yang menurut saya terasa kurang natural.

Kalau dibandingkan dengan beberapa film Spider-Man sebelumnya menurut saya pendekatan seperti ini kurang memberikan dampak emosional yang kuat terhadap karakter.


- Peter Parker terasa cukup terisolasi dari dunia di sekitarnya. memang kondisi Peter setelah No Way Home seharusnya membuat dirinya menjadi karakter yang lebih kesepian, tetapi menurut saya interaksi antara Spider-Man dengan masyarakat atau warga sipil tidak terlalu terasa personal.

Padahal salah satu hal yang menurut saya menarik dari Spider-Man adalah bagaimana Peter bukan hanya seorang superhero tetapi juga seseorang yang hidup di tengah masyarakat.

Di beberapa film Spider-Man sebelumnya kita bisa merasakan bagaimana perjuangan Peter benar benar terasa seperti perjuangan hidup dan mati, sedangkan di film ini menurut saya rasa tersebut tidak terlalu kuat.


- Pertarungan yang terasa kurang brutal. ini mungkin menjadi salah satu hal yang saya rasakan ketika melihat adegan aksi.

Spider-Man memang banyak mendapatkan pertarungan tetapi saya merasa kostumnya tidak terlalu mengalami kerusakan dan cedera fisik yang dialami Peter juga tidak terlalu terlihat.

Menurut saya kalau kostum Spider-Man terlihat rusak atau Peter benar benar mengalami luka setelah pertarungan, hal tersebut akan membuat pertarungannya terasa lebih berat dan intens.

Bukan berarti adegan aksinya buruk, justru secara koreografi saya cukup menyukainya, hanya saja saya berharap konsekuensi fisik dari pertarungan tersebut bisa terasa lebih nyata.

Kesimpulan: Layak Di Tonton Atau Lewati Saja

Secara keseluruhan film Spider-Man: Brand New Day menurut saya masih sangat layak untuk di tonton dan saya sendiri cukup puas setelah melihat film ini.

Dari awal saya memang memiliki ekspetasi yang sangat tinggi karena saya masih penasaran dengan kelanjutan cerita Peter Parker setelah kejadian No Way Home, ditambah lagi suasana bioskop yang begitu ramai membuat saya semakin merasa kalau film ini memang menjadi salah satu film yang sangat dinantikan.

Dan setelah film mulai diputar saya cukup puas terutama dari segi visual.

Menurut saya kalau Marvel memang memiliki satu hal yang sangat mereka kuasai ketika membuat film Spider-Man, salah satunya adalah bagaimana mereka membuat visual dan adegan Spider-Man terlihat begitu menarik di layar lebar.

Pengambilan kamera, warna, efek visual dan adegan aksi menurut saya benar benar menjadi salah satu bagian terbaik dari film ini.

Untuk Tom Holland dan Jon Bernthal menurut saya chemistry mereka juga cukup bagus dan saya cukup menikmati ketika kedua karakter ini berada dalam satu scene.

Tetapi bukan berarti film ini tidak memiliki kekurangan.

Menurut saya beberapa penyelesaian konflik yang menggunakan dialog atau ceramah terasa sedikit dipaksakan dan tidak memiliki bobot emosional sebesar yang saya harapkan.

Peter Parker juga menurut saya terasa cukup terisolasi sehingga hubungan antara Spider-Man dengan masyarakat tidak terlalu terasa personal.

Kemudian dari segi pertarungan saya sebenarnya berharap Peter mendapatkan konsekuensi fisik yang lebih terasa karena beberapa pertarungan terlihat sangat besar tetapi kerusakan pada kostum maupun tubuh Peter tidak terlalu terlihat.

Tetapi balik lagi, menurut saya kekurangan tersebut tidak sampai membuat film ini menjadi film yang buruk.

Justru dengan semua kelebihan yang diberikan terutama dari visual, cinematography, aksi dan chemistry para pemainnya, saya masih merasa film ini cukup memuaskan untuk ditonton di bioskop.

Untuk rating IMDb sendiri saat saya melihatnya film ini berada di angka sekitar 8.0/10, dengan jumlah rating pengguna yang sudah sangat banyak.

Jadi kalau kalian bertanya apakah Spider-Man: Brand New Day ini worth it untuk di tonton atau tidak, menurut saya masih sangat layak untuk ditonton, terutama bagi kalian yang memang penggemar Spider-Man dan sudah mengikuti perjalanan Tom Holland sebagai Peter Parker sejak film sebelumnya.

Review Detective Conan The Movie: Fallen Angel of the Highway: Aksi Kejar-Kejaran Motor Paling Mendebarkan!

Review Detective Conan The Movie: Fallen Angel of the Highway: Aksi Kejar-Kejaran Motor Paling Mendebarkan!

Review Detective Conan The Movie: Fallen Angel of the Highway

Belakangan ini film anime Detective Conan selalu menjadi salah satu film yang cukup ditunggu setiap tahunnya, terutama bagi para penggemar anime misteri yang sudah mengikuti perjalanan Conan sejak lama. Saya sendiri sebenarnya merupakan salah satu penonton Detective Conan dari episode awal, tetapi untuk serial animenya saya hanya mengikuti sampai kurang lebih episode 300, hal tersebut dikarenakan cerita Detective Conan yang menurut saya seperti tidak ada akhirnya dan terus menerus muncul kasus baru yang membuat saya mulai merasa jenuh, seakan akan kita sedang menonton sebuah film yang terus di loop dengan kasus yang berbeda beda.

Selain itu salah satu hal yang sampai sekarang masih membuat saya penasaran adalah cerita mengenai Gin dan Organisasi Hitam yang membuat tubuh Shinichi Kudo menjadi kecil, karena menurut saya bagian tersebut merupakan salah satu inti cerita yang seharusnya bisa mendapatkan penjelasan lebih detail, tetapi perjalanan Conan sampai sekarang justru lebih sering membawa kita kepada kasus baru yang harus di selesaikan.

Walaupun begitu untuk setiap movie Detective Conan saya selalu merasa menyenangkan untuk menontonnya, karena biasanya film Conan memiliki kualitas visual yang lebih tinggi dibandingkan episode animenya dan selalu memberikan adegan aksi yang lebih besar. Nah di movie ke 29 kali ini sebelum saya masuk ke studio untuk menonton film Conan ini ada banyak hal yang saya harapkan dan ekspetasikan, terutama karena film kali ini membawa cerita yang berhubungan dengan kepolisian dan kendaraan serta menghadirkan beberapa karakter yang cukup menarik.

Untuk informasi lebih jelasnya saya menonton film Detective Conan Movie 29 ini di NSC Kudus. Kesan awal saya ketika film mulai diputar sebenarnya cukup menarik karena film ini langsung membawa kita kepada kendaraan dan kasus yang terjadi di lingkup kendaraan, tetapi kalau menurut saya tema seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru di Detective Conan karena di beberapa episode sebelumnya juga sudah pernah muncul kasus yang berhubungan dengan jalan raya, kendaraan dan pengejaran.

Berikut adalah review pribadi dari diri saya sendiri dan menurut keyakinan saya.

Sinopsis Singkat: Detective Conan Movie 29

Conan, Ran, Sonoko dan Kogoro sedang menuju Minato Mirai, Yokohama untuk menghadiri Festival Sepeda Motor Kanagawa bersama Masumi Sera yang merupakan salah satu penggemar sepeda motor.

Dalam perjalanan mereka tiba tiba di kejutkan dengan kemunculan sebuah sepeda motor hitam misterius yang melaju dengan kecepatan tinggi dan bahkan melompati mobil yang mereka gunakan.

Pengejaran tersebut kemudian dilakukan oleh Chihaya Hagiwara dari Unit Penegakan Lalu Lintas Kepolisian Prefektur Kanagawa, seorang wanita yang sebelumnya sudah dikenal oleh Ran sebagai Dewi Angin.

Namun pengejaran dengan kecepatan tinggi tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan karena sepeda motor Chihaya akhirnya mengalami kerusakan dan pelaku berhasil melarikan diri pada detik terakhir.

Dari sinilah misteri mulai berkembang dan mempertemukan cerita antara Angel dan Lucifer dalam sebuah pengejaran yang semakin menegangkan.

POV: Opini Jujur dan Hal Hal Yang Menarik Dari Film Ini

  • Kesan awal saat menonton : saya mulai dari kesan awal ketika menonton film ini di NSC Kudus, jujur dari awal saya sudah cukup penasaran karena tema yang digunakan kali ini lebih banyak membahas mengenai kendaraan dan kepolisian.

Tetapi kalau menurut saya tema seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang benar benar baru di Detective Conan, karena kita sudah beberapa kali melihat kasus yang berhubungan dengan kendaraan, jalan raya dan pengejaran di beberapa episode sebelumnya.

Jadi ketika awal film mulai memperlihatkan kendaraan dan kasus yang muncul dari lingkup kendaraan saya tidak terlalu merasa kaget.

Tetapi yang membuat saya tetap tertarik adalah bagaimana kasus tersebut kemudian dihubungkan dengan Chihaya Hagiwara, Kenji Hagiwara dan Jinpei Matsuda.

Menurut saya bagian yang membahas Matsuda dan Kenji justru menjadi salah satu bagian yang paling saya sukai dari film ini.

Bagi penggemar Conan mungkin sudah mengetahui kalau karakter karakter tersebut mempunyai hubungan dengan cerita kepolisian yang cukup menarik dan ketika masa lalu mereka kembali diangkat saya merasa ada sisi emosional yang cukup bagus dari film ini.

  • Visual dan adegan kejar kejaran : kalau dari segi visual menurut saya film Conan kali ini benar benar bagus, terutama ketika masuk ke adegan ledakan dan kejar kejaran menggunakan kendaraan.

Grafik dari anime yang digunakan pada movie ini terlihat jauh lebih bagus dibandingkan episode biasa dan menurut saya hal tersebut memang menjadi salah satu alasan kenapa saya masih senang menonton movie Detective Conan setiap tahunnya.

Warna yang digunakan juga menurut saya tidak terlalu mencolok sehingga masih terasa nyaman untuk dilihat oleh mata.

Beberapa film anime terkadang menggunakan warna yang sangat terang dan mencolok terutama ketika masuk ke adegan aksi, tetapi di film ini menurut saya color gradingnya masih cukup nyaman.

Kemudian untuk adegan kejar kejaran kendaraan menurut saya cukup memuaskan karena pergerakan kamera dan efek yang digunakan membuat adegannya terlihat lebih besar dibandingkan episode biasa.

  • Adegan Matsuda dan Kenji : dari semua bagian yang ada di film ini menurut saya adegan yang menampilkan Matsuda dan Kenji menjadi salah satu bagian yang paling saya sukai.

Saya memang bukan orang yang mengikuti Detective Conan sampai episode terbaru karena seperti yang saya bilang sebelumnya saya mulai berhenti mengikuti serialnya setelah sekitar episode 300, tetapi beberapa karakter lama seperti Matsuda masih cukup saya ingat.

Ketika karakter tersebut kembali mendapatkan porsi dalam movie ini menurut saya cukup menyenangkan untuk dilihat.

Menurut saya bagian seperti ini yang membuat film Conan masih menarik untuk ditonton karena tidak hanya memberikan kasus baru tetapi juga mencoba membawa kembali karakter dan cerita dari masa lalu.

  • Cerita yang masih menggunakan template Detective Conan : nah ini yang menjadi salah satu masalah terbesar saya ketika menonton film ini.

Kalau menurut saya pola cerita Detective Conan memang sudah sangat mudah untuk dikenali.

Datang ke suatu tempat, kemudian muncul sebuah kasus, Conan mulai mencari petunjuk, muncul beberapa tersangka, kemudian kasus mulai berkembang dan akhirnya Conan menyelesaikan semuanya.

Kurang lebih pola seperti itu yang kembali saya rasakan di movie kali ini.

Memang kemasannya lebih besar dan visualnya jauh lebih bagus karena ini merupakan movie, tetapi untuk struktur ceritanya menurut saya masih terasa seperti template Detective Conan.

Dan hal tersebut yang membuat saya sebagai penonton yang sudah cukup lama mengikuti Conan mulai merasa sedikit jenuh.

Bukan berarti ceritanya jelek, tetapi saya berharap movie Conan bisa memberikan sesuatu yang lebih besar terutama mengenai cerita utama Shinichi Kudo dan Organisasi Hitam.

Karena sampai sekarang saya masih merasa penasaran dengan Gin, organisasi yang membuat Shinichi Kudo menjadi kecil dan bagaimana sebenarnya akhir dari cerita tersebut.

Tetapi ketika menonton movie ini lagi lagi saya mendapatkan sebuah kasus baru yang sebenarnya tidak terlalu memiliki hubungan dengan cerita utama tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Dari Detective Conan Movie 29

  • Kelebihan:

- Kualitas visual yang sangat bagus terutama ketika masuk ke adegan ledakan, kejar kejaran dan kendaraan. Menurut saya kualitas animasinya benar benar memuaskan untuk ukuran movie Detective Conan.

- Color grading yang nyaman di mata menurut saya warna yang digunakan tidak terlalu mencolok sehingga adegan aksi tetap enak untuk dilihat.

- Adegan Matsuda dan Kenji menjadi salah satu bagian yang menurut saya cukup menarik karena memberikan sisi emosional dan membawa kembali cerita dari karakter yang sudah dikenal oleh penggemar Conan.

- Adegan kejar kejaran kendaraan juga menurut saya cukup bagus dan menjadi salah satu daya tarik utama film ini karena memang tema kendaraan dan kepolisian cukup dominan dalam cerita.

  • Kekurangan:

- Cerita yang masih menggunakan template Conan menurut saya ini merupakan masalah utama dari film ini, dimana kita kembali mendapatkan pola datang ke suatu tempat, muncul kasus kemudian kasus tersebut diselesaikan oleh Conan.

- Tidak terlalu banyak perkembangan mengenai cerita utama bagi saya yang sudah cukup lama mengikuti Conan hal ini menjadi salah satu alasan kenapa saya mulai merasa jenuh.

Saya sebenarnya berharap movie ini bisa memberikan sedikit lebih banyak informasi mengenai Organisasi Hitam atau karakter seperti Gin yang sejak dulu menjadi salah satu bagian penting dalam cerita Shinichi Kudo.

Tetapi lagi lagi cerita movie lebih fokus kepada kasus baru dan karakter yang berhubungan dengan kepolisian.

- Kasus yang terasa mudah ditebak menurut saya karena sudah sering menonton cerita Detective Conan, beberapa pola kasus yang digunakan sudah tidak terlalu mengejutkan.

Kesimpulan: Layak Di Tonton Atau Lewati Saja

Secara keseluruhan Detective Conan Movie 29 ini sebenarnya sama sekali tidak buruk, bahkan menurut saya film ini masih sangat menyenangkan untuk di tonton terutama bagi kalian yang memang merupakan fans berat Detective Conan.

Dari segi visual saya cukup puas, adegan kejar kejaran dan ledakannya juga bagus dan beberapa bagian yang menampilkan Matsuda serta Kenji menjadi salah satu bagian yang paling saya sukai dari film ini.

Bagi saya semua movie Conan sebenarnya bagus dengan caranya masing masing, walaupun kalau ditanya movie Conan mana yang paling saya sukai mungkin Film ke 4, Film ke 6 dan film yang banyak menampilkan Organisasi Hitam masih menjadi beberapa film yang paling saya ingat.

Tetapi bukan berarti movie yang lain tidak bagus, hampir semua movie Conan menurut saya tetap memiliki daya tarik masing masing.

Hanya saja masalah terbesar saya dengan movie kali ini adalah cerita yang menurut saya masih terasa seperti template Conan.

Datang ke suatu tempat, ada kasus, kemudian Conan menyelesaikan kasus tersebut sampai selesai.

Untuk rating IMDb sendiri film ini mendapatkan sekitar 6.2/10 saat saya melihatnya.

Jadi kalau menurut saya pribadi film ini masih layak untuk ditonton terutama untuk para fans Conan, tetapi kalau kalian bukan penggemar Detective Conan dan hanya ingin mencari film misteri baru mungkin saran saya bisa lewati saja karena ada kemungkinan kalian akan merasa cerita yang diberikan terlalu familiar.

Untuk saya pribadi film ini tetap cukup menyenangkan untuk ditonton, terutama karena visualnya dan beberapa adegan Matsuda serta Kenji, tetapi saya masih berharap di movie ke 30 nanti akan ada sesuatu yang lebih besar.

Saya sendiri sangat menantikan film tahun depan dan berharap bisa melihat menara jam Big Ben seperti yang terlihat dalam cuplikan singkatnya, karena kalau benar cerita berikutnya membawa Conan ke lokasi tersebut saya cukup penasaran seperti apa kasus yang akan dibawa.


 Review Film Resident Evil 2026: Tegang Banget dan Berasa Main Game, Tapi Ada Beberapa Hal yang Bikin Aneh

Review Film Resident Evil 2026: Tegang Banget dan Berasa Main Game, Tapi Ada Beberapa Hal yang Bikin Aneh


Belakangan ini film yang mengangkat cerita tentang zombie dan wabah memang sudah begitu banyak muncul di layar lebar, mulai dari film yang memang membuat cerita original sampai film yang di adaptasi dari game yang sudah terkenal sebelumnya. Salah satu film yang cukup saya nantikan kali ini adalah Resident Evil 2026, sebagai salah satu orang yang memang cukup menyukai game Resident Evil tentu saja saya tidak ingin melewatkan film terbaru yang membawa nama Resident Evil ini, apalagi dari beberapa informasi yang saya lihat film ini tidak menggunakan karakter utama seperti Leon atau Jill sebagai tokoh utamanya melainkan menggunakan karakter baru bernama Bryan yang di perankan oleh Austin Abrams.


Saya sendiri mencoba datang ke bioskop NSC Kudus untuk menonton film ini dan dari awal film di putar jujur saya langsung merasakan suasana yang cukup berbeda, mulai dari color grading, musik dan pengambilan angle kamera menurut saya cukup berhasil membuat suasana di dalam film terasa mencekam dan sangat tegang, bahkan ada beberapa bagian dimana saya merasa seperti sedang memainkan game Resident Evil secara langsung. Kalau dari pengalaman pribadi saya ketika menonton film ini rasanya sedikit mirip dengan ketika saya menonton film The Long Walk, cuma bedanya kalau The Long Walk lebih ke arah perjalanan dan tekanan yang dialami oleh karakter sedangkan Resident Evil ini seperti versi zombie dan tentunya berada di universe Resident Evil.


Sekarang pertanyaannya adalah apakah film Resident Evil terbaru ini benar benar sebagus dan setegang itu atau hanya mengandalkan nama Resident Evil saja ? berikut adalah review pribadi dari diri saya sendiri dan menurut keyakinan saya.


Sinopsis Singkat: Resident Evil 2026

Film ini mengikuti karakter bernama Bryan yang di perankan oleh Austin Abrams, Bryan sendiri merupakan seorang kurir medis biasa yang tidak memiliki latar belakang militer atau kemampuan khusus untuk bertahan hidup, pada suatu hari Bryan mendapatkan tugas untuk mengantarkan sebuah paket medis menuju rumah sakit yang berada di Raccoon City, tetapi masalahnya perjalanan yang awalnya terlihat seperti pekerjaan biasa berubah menjadi sesuatu yang sangat mengerikan ketika wabah zombie mulai menyebar dan Bryan harus melewati berbagai rintangan untuk bisa sampai ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Bryan mulai bertemu dengan berbagai macam kejadian aneh dan juga harus menghadapi zombie serta berbagai ancaman lainnya yang ada di Raccoon City, jadi kalau dari inti ceritanya film ini sebenarnya cukup sederhana dimana ada seorang kurir yang hanya ingin menyelesaikan pekerjaannya tetapi malah terjebak di tengah wabah zombie dan harus berusaha bertahan hidup.


Disini yang menurut saya cukup menarik adalah karakter utama Bryan bukanlah seorang tentara atau seseorang yang dari awal sudah mempunyai kemampuan untuk membunuh zombie, dia hanyalah orang biasa yang secara tidak sengaja harus menghadapi situasi yang sangat berbahaya.


POV: Opini Jujur dan Hal Hal Yang Menarik Dari Film Ini

  • Atmosfer di bioskop : aku mulai dari suasana ketika menonton film ini, jujur dari awal film di putar saya sudah cukup merasakan suasana horror yang berbeda, color grading dan musik yang digunakan menurut saya cukup berhasil membuat suasana menjadi mencekam dan tegang, apalagi ketika ada beberapa scene dimana karakter utama harus masuk atau melewati tempat yang gelap dan kita sebagai penonton tidak mengetahui apa yang akan muncul setelahnya.

Kalau menurut saya horror itu sebenarnya bisa di bagi menjadi dua yaitu horror monster dan horror hantu, nah Resident Evil ini sebenarnya jelas masuk ke dalam horror monster karena kita berhadapan dengan zombie dan makhluk makhluk yang menyeramkan, tetapi anehnya ketika saya menonton film ini saya justru mendapatkan rasa horror yang hampir seperti menonton film hantu.


Mungkin karena dari cara film ini menampilkan zombienya tidak selalu langsung diperlihatkan dan lebih banyak menggunakan suara, suasana gelap dan pengambilan kamera untuk membuat penonton merasa was was, jadi sebelum sesuatu muncul kita sudah merasa kalau sebentar lagi bakal ada sesuatu yang terjadi.


Hal seperti ini menurut saya sangat mirip dengan ketika kita bermain game Resident Evil, dimana terkadang bukan zombienya yang membuat takut tetapi suasana ketika kita berjalan di sebuah tempat yang sepi dan kita tidak tahu apa yang akan muncul di depan.


  • Teknik pengambilan gambar : dari dariku ada beberapa hal yang benar benar bikin saya puas banget dengan film ini salah satunya adalah teknik pengambilan gambarnya, saya benar benar merasa seperti sedang berada di dalam game Resident Evil, ada beberapa pengambilan angle kamera yang menurut saya sangat cocok dengan nuansa survival horror dan membuat saya merasa bukan hanya sedang menonton film tetapi seperti sedang melihat sebuah gameplay dari Resident Evil.

Sebagai orang yang memang menyukai game Resident Evil hal seperti ini tentunya menjadi sesuatu yang sangat memuaskan bagi saya, karena salah satu hal yang saya harapkan dari film Resident Evil adalah bagaimana film tersebut bisa membawa suasana yang biasanya kita rasakan ketika bermain game ke layar lebar.


Dan menurut saya film ini cukup berhasil melakukan hal tersebut.


Bukan hanya dari zombienya saja tetapi dari bagaimana karakter Bryan bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, bagaimana kamera mengambil gambar sebuah ruangan yang gelap dan bagaimana musik mulai muncul ketika suasana mulai terasa tidak aman.

  • Ketegangan dan suasana horror : kalau dari segi cerita menurut saya film ini memang bukan film yang memiliki cerita yang sangat rumit, tetapi yang membuat saya cukup menikmati film ini adalah ketegangannya, dari awal sampai akhir saya merasa cukup sulit untuk berhenti melihat layar karena selalu ada saja sesuatu yang membuat penasaran.

Menurut saya ini merupakan salah satu kelebihan yang cukup besar dari film ini karena film horror terkadang memiliki masalah dimana pada bagian tengah cerita terasa lambat dan membuat penonton bosan, tetapi saat saya menonton Resident Evil ini saya tidak terlalu merasakan hal tersebut.


Bahkan beberapa kali saya merasa tegang hanya karena karakter utama sedang berjalan dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya.


Poin Plus dan Minus Dari Resident Evil Setelah Aku Menontonnya

  • Kelebihan:

- Atmosfer horror yang sangat kuat dari film ini menurut saya merupakan salah satu hal yang paling saya sukai, mulai dari color grading, musik dan pengambilan gambar semuanya terasa cocok untuk membangunsuasanayang mencekam.


- Teknik pengambilan gambar yang sangat bagus menurut saya berhasil membuat film ini terasa seperti game Resident Evil, terutama dari cara kamera mengikuti karakter dan bagaimana beberapa lokasi dibuat terasa seperti sebuah level dalam game.


- Ketegangannya dari awal sampai akhir menurut saya cukup berhasil, bahkan saya tidak bisa berhenti menatap layar karena penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, film ini menurut saya benar benar tidak terlalu membosankan.


- Berhasil membawa nuansa game Resident Evil ke layar lebar ini mungkin menjadi kelebihan yang paling saya rasakan sebagai penggemar game Resident Evil, karena ketika menonton film ini saya beberapa kali mendapatkan perasaan seperti ketika sedang memainkan gamenya.

  • Kekurangan:

- Karakter Bryan yang kurang konsisten menurut saya ini menjadi salah satu kekurangan yang cukup terasa, di awal Bryan digambarkan sebagai orang biasa yang polos dan tidak memiliki kemampuan bertahan hidup, tetapi di pertengahan film tiba tiba bisa melakukan beberapa hal teknis yang cukup rumit, menurut saya hal tersebut agak aneh karena tidak terlalu dijelaskan sebelumnya.


- Minimnya referensi karakter ikonik dari game untuk saya yang memang menyukai game Resident Evil sebenarnya berharap akan ada lebih banyak referensi dari karakter game seperti Leon atau setidaknya ada elemen yang lebih banyak berhubungan dengan Umbrella Corporation.


Tetapi di film ini menurut saya referensi tersebut cukup sedikit dan hampir jarang ditemukan, walaupun memang masih ada beberapa easter egg yang cukup membuat saya kaget ketika melihatnya.


Saya tidak mengatakan kalau film ini harus memasukkan Leon atau karakter lain sebagai pemeran utama, tetapi setidaknya kalau ada beberapa referensi atau elemen dari game yang lebih banyak menurut saya akan membuat pengalaman menonton menjadi lebih memuaskan bagi para fans game Resident Evil.


- Cerita yang cukup sederhana menurut saya sebenarnya bukan sesuatu yang buruk tetapi kalau dibandingkan dengan atmosfer horrornya yang sangat kuat, cerita dari film ini terasa lebih sederhana, dimana seorang kurir harus mengantarkan paket dan kemudian terjebak di tengah wabah zombie.


Kesimpulan: Layak Di Tonton Atau Lewati Saja

Secara keseluruhan film Resident Evil 2026 ini menurut saya sangat sangat layak untuk di tonton, baik bagi kalian yang memang bermain game Resident Evil maupun kalian yang belum pernah memainkan gamenya.


Bagi kalian yang bermain game Resident Evil mungkin film ini akan terasa lebih memuaskan karena ada beberapa bagian yang membuat saya merasa seperti sedang berada di dalam game tersebut, terutama dari teknik pengambilan gambar, musik, color grading dan suasana horror yang dibangun dari awal sampai akhir.


Sedangkan untuk kalian yang tidak pernah memainkan game Resident Evil menurut saya film ini masih bisa untuk dinikmati karena ceritanya cukup mudah untuk diikuti dan tidak mengharuskan kalian mengetahui semua cerita yang ada di game sebelumnya.


Kekurangannya memang ada seperti karakter Bryan yang menurut saya agak tidak konsisten dan minimnya referensi karakter ikonik seperti Leon atau elemen Umbrella Corporation, tetapi bagi saya pribadi kekurangan tersebut tidak terlalu menghilangkan rasa puas ketika menonton film ini.


Justru yang paling saya suka adalah bagaimana film ini bisa membuat saya merasa seperti sedang memainkan game Resident Evil, bukan hanya sekedar menonton film zombie biasa.


Untuk ratingnya sendiri di IMDb film ini mendapatkan rating sekitar 7.8/10.

Review Film Resident Evil 2026

Review Anime Movie Doraemon: Nobita and the New Castle of the Undersea Devil: Visual Memukau yang Bikin Emosi Campur Aduk

Review Anime Movie Doraemon: Nobita and the New Castle of the Undersea Devil: Visual Memukau yang Bikin Emosi Campur Aduk

Review Anime Movie Doraemon: Nobita and the New Castle of the Undersea Devil

 
Belakangan ini film anime terutama film movie Doraemon masih menjadi salah satu tontonan yang selalu saya tunggu setiap tahunnya, bukan hanya karena karakter Doraemon dan Nobita yang sudah begitu melekat sejak saya kecil, tetapi karena setiap film Doraemon yang keluar hampir selalu memberikan sesuatu yang berbeda dari segi petualangan dan visualnya. Walaupun karakter dan konsep dasarnya masih sama, ada saja hal baru yang membuat saya penasaran untuk melihat seperti apa petualangan Nobita dan teman-temannya di movie terbaru.

Salah satu yang baru saja saya tonton adalah Doraemon: Nobita and the New Castle of the Undersea Devil. Dari judulnya saja kita sudah bisa mengetahui kalau kali ini Doraemon dan teman-temannya akan membawa kita untuk menjelajahi dunia bawah laut yang penuh dengan misteri. Sebagai orang yang cukup menyukai film anime dengan konsep petualangan, saya tentu saja cukup penasaran dengan movie Doraemon yang satu ini.


Saya sendiri menonton film ini di CGV Jogja dengan format 4DX, dan jujur pengalaman menonton dengan format seperti ini membuat saya semakin menikmati visual dan perjalanan petualangan yang ditampilkan dalam film. Tetapi pertanyaannya adalah apakah film ini hanya mengandalkan visual yang bagus saja atau ceritanya juga mampu memberikan pengalaman yang menarik? Berikut adalah review pribadi saya setelah menonton Doraemon: Nobita and the New Castle of the Undersea Devil.


Sinopsis Singkat: Doraemon Nobita and the New Castle of the Undersea Devil

Dalam film ini Nobita dan teman-temannya kembali mendapatkan sebuah petualangan baru yang kali ini membawa mereka menuju dunia bawah laut. Mereka menemukan sebuah kastil rahasia yang berada di bawah laut dan tentunya tempat tersebut menyimpan berbagai misteri serta kekayaan yang tersembunyi.


Dengan bantuan berbagai peralatan canggih milik Doraemon, Nobita, Doraemon, Shizuka, Giant dan Suneo mulai melakukan perjalanan untuk menjelajahi dunia bawah laut tersebut. Dari sinilah petualangan mereka dimulai.


Seperti film Doraemon pada umumnya, awalnya masalah yang muncul terlihat seperti sesuatu yang sederhana, tetapi kemudian berkembang menjadi sebuah petualangan yang jauh lebih besar. Nobita yang menemukan adanya masalah dari pihak luar kemudian tidak bisa begitu saja tinggal diam dan akhirnya mengajak Doraemon serta teman-temannya untuk ikut membantu.


Petualangan tersebut kemudian membawa mereka ke sebuah dunia bawah laut yang penuh dengan misteri, berbagai kejadian tidak terduga dan tentunya tingkah konyol dari Nobita dan teman-temannya.


POV: Opini Jujur dan Hal Hal Yang Menarik Dari Film Ini

Visual yang semakin memukau :

  • Hal pertama yang langsung menarik perhatian saya ketika menonton film ini adalah visualnya. Jujur saya cukup kagum melihat bagaimana kualitas visual dari film Doraemon terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
  • Setiap movie Doraemon yang keluar sepertinya selalu memiliki peningkatan dari sisi visual. Entah itu desain dunia yang ditampilkan, efek cahaya, animasi karakter sampai dengan bagaimana dunia bawah laut dibuat terlihat begitu luas dan indah.
  • Menurut saya dunia bawah laut yang menjadi tempat utama dalam film ini benar-benar menjadi salah satu daya tarik terbesar. Banyak sekali pemandangan yang terlihat nyaman di mata dan membuat saya cukup betah melihat perjalanan Nobita dan teman-temannya.

Apalagi saya menonton film ini menggunakan format 4DX di CGV Jogja. Efek dari 4DX menurut saya cukup membantu memberikan pengalaman yang lebih terasa ketika melihat adegan perjalanan dan petualangan di bawah laut. Jadi bukan hanya melihat visualnya saja tetapi terasa seperti ikut dibawa masuk ke dalam perjalanan mereka.


Kalau ada satu hal yang menurut saya benar-benar menonjol dari film ini, mungkin visual adalah jawabannya.


kekurangan Dari Pendapat Saya Pribadi Setelah Menonton Film Doraemon:

Untuk bagian cerita menurut saya film ini tergolong biasa saja. Bukan berarti ceritanya jelek, tetapi konsep yang digunakan sebenarnya sudah cukup sering kita lihat dalam film Doraemon.


Biasanya akan ada sebuah masalah yang muncul dari pihak luar, kemudian Nobita secara tidak sengaja melihat atau mengetahui masalah tersebut. Karena sifat Nobita yang sebenarnya cukup peduli terhadap orang lain, dia tidak bisa tinggal diam dan akhirnya mengajak Doraemon serta teman-temannya untuk membantu.


Setelah itu petualangan dimulai dan mereka menemukan berbagai macam masalah baru sampai akhirnya harus menyelesaikan masalah tersebut.


Pola seperti ini menurut saya sudah menjadi ciri khas dari movie Doraemon. Jadi bagi kalian yang sudah sering menonton movie Doraemon, mungkin kalian akan cukup mudah menebak bagaimana arah ceritanya.


Saya sendiri tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut karena memang saya datang untuk menikmati petualangan Doraemon dan teman-temannya. Tetapi kalau kita membicarakan dari sisi cerita yang benar-benar baru dan mengejutkan, menurut saya film ini belum sampai ke tahap tersebut.


Kelebihan Dari Film Doraemon: Nobita and the New Castle of the Undersea Devil

Kelebihan:

  • Visual yang sangat bagus dari film ini menurut saya menjadi daya tarik utama. Dunia bawah laut dibuat begitu indah dan detail sehingga sangat menyenangkan untuk dilihat.

  • Musik dan color grading juga menjadi bagian yang cukup saya sukai karena mampu membuat beberapa scene terasa lebih hidup dan nyaman untuk dilihat.
  • Petualangan bawah laut menjadi sesuatu yang menarik karena memberikan dunia baru yang cukup luas untuk dijelajahi oleh Nobita dan teman-temannya.
  • Komedi ringan dari tingkah Nobita dan Giant cukup membantu membuat film ini tidakterlalu seriusdan tetap terasa sebagai film Doraemon yang cocok untuk berbagai umur.
  • Sangat cocok ditonton bersama keluarga karena film ini tidak terlalu berat dan memiliki unsur petualangan, persahabatan serta kerja sama yang cukup kuat.

Kekurangan:

  • Alur cerita yang terasa familiar. Menurut saya pola cerita dalam film ini masih terasa seperti beberapa movie Doraemon sebelumnya. Ada masalah, Nobita mengetahuinya, kemudian mengajak teman-temannya melakukan petualangan dan akhirnya mereka harus menyelesaikan masalah tersebut.
  • Ending yang cukup mudah ditebak. Bagi kalian yang sudah sering menonton movie Doraemon mungkin akan bisa memperkirakan bagaimana perjalanan cerita ini akan berakhir.
  • Cerita tidak terlalu memberikan kejutan besar. Dibandingkan dengan visualnya yang sangat bagus, bagian cerita menurut saya masih terasa biasa saja.

Tetapi kembali lagi, hal tersebut merupakan pendapat pribadi saya. Mungkin bagi penonton lain justru cerita yang sederhana seperti ini merupakan salah satu alasan mereka menikmati film Doraemon karena tidak terlalu berat dan mudah diikuti.


Kesimpulan: Layak Ditonton atau Lewati Saja?

Secara keseluruhan menurut saya Doraemon: Nobita and the New Castle of the Undersea Devil merupakan film yang sangat layak untuk ditonton, terutama jika kalian memang menyukai Doraemon atau ingin mencari tontonan yang bisa dinikmati bersama keluarga.


Saya memang merasa dari sisi cerita film ini tidak memberikan sesuatu yang benar-benar baru. Pola ceritanya juga masih cukup mudah ditebak dan bagi penonton yang sudah sering menonton movie Doraemon mungkin akan merasa familiar dengan alurnya.


Tetapi untuk urusan visual, musik dan pengalaman petualangannya menurut saya film ini cukup memuaskan.


Terlebih kalau kalian memiliki kesempatan untuk menontonnya menggunakan format 4DX. Saya sendiri menontonnya di CGV Jogja dengan format 4DX dan menurut saya pengalaman tersebut cukup membantu membuat perjalanan bawah laut di film ini terasa lebih menyenangkan.


Jadi kalau kalian bertanya apakah film ini harus ditonton? Menurut saya iya, terutama untuk kalian yang ingin menonton film anime ringan bersama keluarga dan ingin menikmati visual petualangan bawah laut yang memanjakan mata.


Jangan terlalu berharap mendapatkan cerita yang sangat kompleks atau plot twist yang membuat kaget, karena kekuatan utama film ini menurut saya memang bukan berada di bagian tersebut.


Kalau dari rating IMDb sendiri film ini mendapatkan nilai sekitar 6.1/10.

Review Film Harusnya Horror: Harusnya Lucu Atau Horror ?

Review Film Harusnya Horror: Harusnya Lucu Atau Horror ?

 

Review Harusnya Horror

Belakangan ini genre film horror komedi begitu banyak yang muncul di layar lebar bioskop indonesia, mulai dari jenis film remake film dari garapan sutradara terkenal sampai film yang di garap oleh sutradara baru. 

Salah satu yang di nantikan kemarin di bulan agustus tanggal 20 tahun 2026 adalah penayangan perdana dari film yang di bintangi oleh Reza Arap Oktovian, film yang di garap langsung dan  di sutradarai oleh Reza Arap Oktovian ini mengusung genre horror komedi yang sudah tidak asing di indonesia. 

Sebagai penikmat film komedi horror saya tentu saja tidak ingin ketinggalan hype dari film pertama karya reza oktovian ini, pada penayangan di hari ke 5 saya coba datang ke bioskop untuk menonton film Harusnya Horror, Sekarang pertanyaannya adalah apakah film ini sebagus dan selucu itu atau malah biasa saja ? 

berikut adalah review pribadi dari diri saya sendiri dan menurut keyakinan saya.


Sinopsis Singkat: Harusnya Horror

Sebuah kelompok konten kreator yang di perankan oleh Tierison, Gerry Ang, Yuka Theo sedang mengalami masalah finansial, kemudian suatu hari mereka mencoba untuk membuat konten horror dan tanpa sengaja bertemu dengan hantu yang di perankan oleh Reza Oktovian, disini hantu yang di perankan beranam mas, dan mas mendapatkan tugas dari akhirat untuk menakut nakuti 100 ribu manusia agar si mas dapat melanjutkan untuk menonton episode terakhir anime favoritnya, pada akhirnya mereka berkolaborasi untuk membuat konten penelusuran agar misi dari mas untuk menakuti 100 ribu manusia tercapai.


POV: Opini Jujur dan Hal Hal Yang Menarik Dari Film Ini


  • Atmosfer di bioskop : 
aku mulai dari suasana bioskop saat menonton film ini, jujur pada penayangan di hari ke 5 aku menonton di NSC Kudus dan di beberapa film lain aku juga sering menoton di NSC kudus, kondisi saat aku masuk ke dalam bioskop tidak begitu ramai orang yang menonton film ini, hanya beberapa orang, di awal cerita film, suasana di bioskop masih begitu hening aku tidak merasakan hawa mencekam horror dari film ini berbeda ketika aku menonton beberapa film horror indonesia seperti Kodrat, lalu KKN Desa Penari di awal film di putar mulai dari color grading musik dan pengambilan angle shot kamera sudah dapat membuat badan terasa merinding seakan bersiap jika bakal terjadi jumpscare, dan hal itu aku tidak merasakannya saat pemutaran awal dari film Harusnya Horror.
  • Eksekusi Jumpscare dan komedi : 
Dari awal sampe pertengahan cerita tidak terlalu banyak bahkan bisa di bilang sangat minim jumpscare lebih banyak para pemainnya untuk mencoba membuat film ini terlihat lebih ke arah komedi, satu satunya yang menurut saya horror disini adalah penampilan reza oktovian sendiri dengan dandanan pucatnya, untuk komedinya menurut saya di beberapa bagian saya merasa saya tidak releated  dengan jokes komedinya, sifat komedi yang di bawa pada film ini lebih merujuk ke komedi tongkrongan, di beberapa review dan komen orang yang telah menonton film ini, kebanyakan juga mengatakan kalau film ini lebih di tujukan bagi fans yang menonton live streaming reza oktovian, beberapa jokes juga miss eksekusinya menurut saya pribadi tapi balik lagi selera humor itu bersifat subjektif. tapi menurut saya drama yang di usung film ini luamayan menarik dan bagus di beberapa bagian scene.
  • Akting pemain : 
Dari beberapa pemain yang memerankan karakternya menurutku ada beberapa yang bagus aktingnya seperti tierison, kemudian aloy, kemudian lula, kita mulai dari jot atau tierison untuk aktor yang baru dan ini menjadi film perdananya akting dari jot ini sudah cukup memuaskan dari cara dia berekspresi dan intonasi dalam dialognya hal itu juga yang bikin saya cukup terkesan ketika menonton film ini, untuk lula awalnya aku mengira lula adalah aktris yang sudah terbiasa bermain di film layar lebar tapi setelah aku riset ini merupakan film pertamanya juga menurtuku akting dari lula sangat bagus dan natural banget.untuk pemain lain seperti garry aku rasa dari gaya dan  ekspresinya masih begitu kaku dan di beberapa scene expresi yang di keluarkan garry tidak menggambarkan situasi dan keadaan scene yang sedang terjadi, dan terakhir pemeran utamanya reza oktovian di beberapa scene reza cukup bagus dalam aktingnya dan peng ekspresian karakter tapi di beberapa scene juga aktingnya terlihat kurang konsisten.

Kelebihan dan Kekurangan Dari Film Harusnya Horror

  • Kelebihan: 
- Aspek drama dari film ini yang kuat, ketimbang komedi dan horrornya drama dari film ini malah terlihat begitu menonjol.

- Kualitas teknik visual secara CGI kemudian penataan set dan pencahayaan dari film ini cukup solid dan memuaskan.

- Performa dari jot dan lula di luar ekspetasi untuk pemain baru di dunia akting dan langsung terjun kelayar lebar kualitas akting dari dua pemain ini sudah sangat bagus dan mungkin bisa untuk di coba di film lain untuk kedepannya.

- Fans Service  bagi kalian yang mengikuti live streaming reza oktovian mungkin film ini sangat cocok bagi kalian, dari segi jokes komedi yang mungkin di tujukan  untuk fans mereka, film ini cocok sebagai pelampiasan kerinduan bagi fans yang tidak bisa melihat mereka live streaming marapthon lagi.

  • Kekurangan:
- Komedi yang kurang kena untuk penonton awam yang tidak mengikuti marapthon seperti saya beberapa jokes komedinya tidak terlalu lucu bahkan terkesan mencoba untuk menjadi lucu.

- Akting beberapa pemain yang tidak konsisten halini sebenarnya tidak terlalu mengherankan mengingat basic mereka bukan  berasal dari dunia akting tapi bagi penonton yang datang ke bioskop dan ingin menonton film akan merasa akting beberapa pemain kurang konsisten dan tidak memuaskan.

- Konep cerita yang tidak baru, sebenarnya konspe cerita dimana ada live streaming hantu sudah begitu banyak jadi menurutku ini bukan tipe cerita yang baru di dunia film.

Kesimpulan: Layak  Di Tonton Atau Lewati Saja

Secara keseluruhan film Harusnya Horror ini, untuk kalian yang menyukai atau fans berat dari marapthon atau reza oktovian tidak mungkin akan melewatkan film perdana yang di sutradarai langsung oleh reza oktovian, tapi bagi kalian orang yang awam dan ingin menonton film yang bagus dan seru saranku untuk lewatkan saja film ini, untuk ratingnya di IMDB film ini mendapat rating 2.8/10.