Review Film Other Mommy: Horor dengan Visual Ceria yang Ternyata Mengerikan

Review Film Other Mommy: Horor dengan Visual Ceria yang Ternyata Mengerikan

 

Review Film Other Mommy

Belakangan ini saya memang cukup jarang menonton film horror. Bukan karena tidak suka, tapi entah kenapa saya lebih sering memilih genre lain ketika datang ke bioskop.


Nah, kebetulan hari ini saya mendapatkan libur kerja dan saya berpikir untuk mencoba datang ke NSC Kudus dan mencari film yang mungkin menarik untuk ditonton.


Setelah melihat beberapa pilihan film yang sedang tayang, akhirnya pilihan saya jatuh ke Other Mommy.


Saya menonton film ini sendirian dan ternyata jumlah penonton di dalam studio juga tidak terlalu banyak. Kalau saya perkirakan mungkin hanya sekitar 15 orang saja yang ikut menonton film ini.


Jujur, awalnya saya tidak terlalu berekspektasi tinggi.


Bahkan dari premisnya, saya sempat berpikir kalau film ini mungkin hanya akan menjadi film horror biasa yang mencoba mengikuti formula film seperti Insidious.


Tapi ternyata...


Saya cukup terkejut dengan film ini.


Bukan karena filmnya sempurna, tetapi ada beberapa hal yang menurut saya cukup menarik dan berhasil membuat saya menikmati pengalaman menontonnya.


Sinopsis Singkat: Other Mommy


Other Mommy bercerita tentang seorang anak perempuan berusia 8 tahun bernama Bela yang hidup di tengah masalah keluarganya.


Suatu hari Bela mulai berhadapan dengan sosok misterius yang muncul dari dalam lemarinya.


Sosok tersebut kemudian ia sebut sebagai “Other Mommy” atau “Ibu yang Lain”.


Awalnya mungkin terlihat seperti teman imajinasi atau sosok yang hanya muncul dari kamar seorang anak.


Tetapi semakin lama, keberadaan Other Mommy justru semakin mengancam.


Bukan hanya Bela yang berada dalam bahaya, tetapi seluruh keluarganya juga ikut terlibat dalam teror yang semakin sulit dijelaskan.


Dan dari sinilah misteri mengenai sosok Other Mommy mulai berkembang.


POV: Opini Jujur dan Hal Hal Yang Menarik Dari Film Ini


1. Awalnya Saya Mengira Film Ini Bakal Jadi Tiruan Insidious


Jujur, ini adalah pikiran saya ketika pertama kali melihat premis filmnya.


Anak kecil, sosok misterius, muncul dari lemari, kemudian mulai meneror keluarga.


Entah kenapa saya langsung teringat dengan beberapa film horror supernatural yang sudah pernah saya tonton, terutama Insidious.


Saya sempat berpikir,


“Jangan-jangan ini cuma versi lain dari Insidious.”


Dan kalau memang filmnya hanya mengandalkan formula seperti itu, saya rasa saya tidak akan terlalu menikmati filmnya.


Tapi ternyata dugaan saya cukup meleset.


Semakin film berjalan, saya justru menemukan pendekatan yang menurut saya lebih menarik.


Film ini tidak hanya mengandalkan sosok menyeramkan atau jumpscare.


Ada unsur misteri dan bahkan sedikit nuansa fiksi ilmiah yang menurut saya membuat konsep Other Mommy terasa berbeda.


Jadi meskipun premis awalnya membuat saya teringat film horror lain, semakin lama saya menonton justru semakin penasaran dengan apa sebenarnya sosok Other Mommy ini.


2. Horornya Justru Bersembunyi di Balik Warna-Warna Cerah


Nah, ini salah satu hal yang paling saya suka dari Other Mommy.


Biasanya ketika kita berbicara mengenai film horror, yang langsung terbayang adalah suasana gelap, rumah tua, warna yang dibuat kusam, kemudian musik yang perlahan membuat kita merasa tidak nyaman.


Tapi film ini menurut saya punya pendekatan yang cukup menarik.


Di beberapa bagian, film tetap menggunakan warna yang cukup cerah dan terlihat seperti dunia anak-anak.


Justru dari situ saya merasa ada sesuatu yang aneh.


Karena ketika sesuatu yang seharusnya terlihat ceria mulai dipadukan dengan sesuatu yang mengerikan, kontrasnya terasa lebih kuat.


Buat saya, ini jauh lebih menarik daripada kalau seluruh film dibuat gelap dari awal sampai akhir.


Filmnya seperti mengatakan bahwa sesuatu yang terlihat aman dan menyenangkan belum tentu benar-benar aman.


Dan menurut saya pendekatan seperti ini cukup cocok dengan cerita tentang seorang anak kecil yang berhadapan dengan sosok misterius.


3. Ketegangannya Sudah Terasa Sejak Awal


Saya juga cukup suka dengan bagaimana film ini membangun ketegangannya.


Saya tidak merasa harus menunggu terlalu lama sampai film mulai menunjukkan sisi horornya.


Dari awal, saya sudah mendapatkan tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres.


Dan menurut saya ini penting.


Saya pribadi kurang suka kalau film horror terlalu lama membangun suasana tetapi tidak memberikan sesuatu yang membuat saya penasaran.


Bukan berarti film harus langsung memberikan jumpscare setiap beberapa menit.


Justru menurut saya ketegangan bisa dibangun dengan membuat penonton bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi.


Dan Other Mommy cukup berhasil melakukan hal tersebut.


Saya dibuat penasaran dengan sosok yang muncul dari lemari itu.


Sebenarnya dia apa?


Apa yang dia inginkan?


Dan kenapa keberadaannya bisa memberikan pengaruh yang begitu besar terhadap Bela dan keluarganya?


Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang membuat saya terus mengikuti filmnya.


4. Other Mommy Bukan Sekadar Hantu yang Bersembunyi di Kegelapan


Kalau bicara soal sosok Other Mommy, menurut saya ini justru salah satu kekuatan film.


Yang membuatnya menyeramkan bukan hanya karena penampilannya.


Dia juga tidak selalu harus bersembunyi di balik tempat gelap untuk membuat suasana terasa menakutkan.


Ketika sosok tersebut muncul, saya merasa kehadirannya memang dibuat untuk mengganggu rasa aman para karakter.


Apalagi karena sosok ini berhubungan langsung dengan Bela yang masih seorang anak kecil.


Menurut saya, hal tersebut membuat ancamannya terasa lebih mengganggu.


Bukan hanya karena ada “hantu” di dalam rumah.


Tapi ada sesuatu yang perlahan masuk ke kehidupan seorang anak dan kemudian memengaruhi keluarganya.


Kalau saya harus menggambarkannya, Other Mommy terasa seperti lebih dari sekadar sosok supernatural biasa.


Ada kesan bahwa karakter ini mewakili sesuatu yang lebih besar tentang ketakutan, kebohongan dan hal-hal yang disembunyikan.


Dan menurut saya, inilah yang membuat filmnya lebih menarik ketika dipikirkan setelah selesai menonton.


5. Jumpscare-nya Menurut Saya Berhasil


Untuk film horror, tentu saja saya tidak bisa melewatkan pembahasan soal jumpscare.


Dan menurut saya Other Mommy cukup berhasil dalam bagian ini.


Salah satu yang paling saya ingat adalah ketika sosok Other Mommy muncul dari lemari.


Itu benar-benar cukup mengagetkan.


Bukan cuma karena kemunculannya, tetapi sound yang digunakan juga ikut membantu membuat momen tersebut terasa lebih kuat.


Menurut saya jumpscare yang bagus bukan hanya soal tiba-tiba muncul sesuatu di layar.


Sound dan timing juga punya peran besar.


Kalau visualnya sudah dibuat menyeramkan tetapi sound-nya tidak mendukung, efeknya bisa terasa biasa saja.


Di film ini saya merasa keduanya cukup bekerja sama.


Dan hasilnya?


Saya yang menonton sendirian di bioskop cukup sepi tentu saja jadi lebih merasakan efeknya.


Walaupun penontonnya hanya sekitar 15 orang, justru suasana studio yang sepi membuat saya lebih mudah terbawa ke dalam film.


6. Color Grading dan Pengambilan Gambarnya Juga Mendukung


Selain jumpscare, saya cukup suka dengan cara film ini menggunakan visual untuk membangun suasana.


Color grading-nya menurut saya cukup menarik karena film tidak harus selalu dibuat gelap untuk memberikan kesan horror.


Ada bagian yang terlihat cerah dan penuh warna, tetapi justru terasa tidak nyaman karena kita tahu ada sesuatu yang mengancam di baliknya.


Pengambilan gambarnya juga membantu menjaga rasa penasaran.


Buat saya, ini salah satu kelebihan teknis film yang cukup terasa ketika menonton di bioskop.


Saya memang bukan orang yang terlalu paham secara teknis soal sinematografi atau color grading.


Tapi sebagai penonton, saya bisa merasakan ketika visual film berhasil membuat saya ikut masuk ke dalam suasana ceritanya.


Dan Other Mommy berhasil melakukan itu.


7. Ceritanya Terasa Lebih Segar dari yang Saya Perkirakan


Kalau kembali ke ekspektasi awal saya, sebenarnya saya cukup terkejut.


Saya datang dengan pikiran bahwa film ini mungkin akan menjadi film horror supernatural yang formula ceritanya sudah sering digunakan.


Tapi ternyata ada beberapa elemen yang membuat ceritanya terasa lebih segar.


Ada misteri yang membuat saya ingin tahu lebih jauh mengenai Other Mommy.


Ada hubungan antara sosok tersebut dengan Bela dan keluarganya.


Dan ada juga tema yang menurut saya sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan nyata.


Tentang bagaimana sebuah keluarga bisa terlihat baik-baik saja dari luar, padahal sebenarnya ada masalah yang mereka sembunyikan di balik pintu rumah mereka sendiri.


Menurut saya ini bagian yang menarik.


Karena pada akhirnya, horror tidak selalu harus berbicara tentang hantu.


Kadang sesuatu yang lebih menakutkan justru adalah masalah manusia itu sendiri.


8. Bagian Akhirnya Cukup Membekas


Saya tidak mau terlalu membahas detail ending karena menurut saya bagian ini lebih baik dirasakan sendiri ketika menonton.


Tapi menurut saya, bagian akhir film cukup menyentuh.


Ada kesan seperti cliffhanger, tetapi saya justru melihatnya dengan cara yang sedikit berbeda.


Menurut saya ending tersebut bisa dibaca sebagai metafora tentang kehidupan nyata.


Bagaimana seseorang bisa saja terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi sebenarnya ada sesuatu yang mengerikan terjadi di dalam rumahnya sendiri.


Dan terkadang kita memilih untuk berpura-pura semuanya baik-baik saja.


Menurut saya, interpretasi seperti ini membuat filmnya terasa lebih dari sekadar film horror tentang sosok yang muncul dari lemari.


Saya cukup suka ketika film horror memberikan ruang bagi penonton untuk memikirkan kembali apa yang baru saja mereka tonton setelah film selesai.


Kelebihan dan Kekurangan Dari Film Other Mommy


Kelebihan


- Cerita horror terasa cukup fresh

Awalnya saya mengira film ini hanya akan menjadi tiruan film horror supernatural yang sudah sering kita lihat, tetapi ternyata ada beberapa ide yang membuatnya terasa berbeda.


- Jumpscare berhasil

Kemunculan Other Mommy dari lemari menjadi salah satu momen yang menurut saya benar-benar berhasil membuat kaget.


- Sound sangat mendukung

Sound menjadi salah satu elemen yang membuat beberapa adegan horror terasa lebih kuat.


- Color grading menarik

Film tidak hanya menggunakan warna gelap untuk menciptakan suasana horror. Warna-warna yang lebih cerah justru menciptakan kontras yang menarik.


- Sosok Other Mommy cukup menyeramkan

Menurut saya kekuatan karakternya bukan hanya dari penampilan, tetapi dari bagaimana keberadaannya mengganggu rasa aman karakter utama.


- Ketegangan terasa sejak awal

Film tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk mulai memberikan rasa penasaran dan ancaman kepada penonton.


Kekurangan


Untuk bagian kekurangan, jujur saya tidak merasa film ini memiliki masalah yang sangat mengganggu pengalaman menonton saya.


Namun, ada satu hal yang mungkin membuat saya tidak terlalu ingin menontonnya kembali.


Walaupun saya mengakui film ini memiliki visual, sound, konsep horror dan atmosfer yang bagus, setelah selesai menonton saya tidak mendapatkan perasaan seperti,

“Wah, saya harus nonton film ini lagi.”


Bagi saya, pengalaman pertama menontonnya memang cukup menyenangkan dan beberapa bagian berhasil membuat saya terkejut.


Tetapi setelah film selesai, rasa penasarannya juga sudah cukup terjawab.


Jadi secara pribadi, saya tidak merasa memiliki alasan yang cukup kuat untuk melakukan rewatch.


Kesimpulan: Layak Di Tonton Atau Lewati Saja?


Nah, ini mungkin bagian yang agak membingungkan.

Kalau ditanya apakah Other Mommy bagus?

Menurut saya, film ini cukup bagus.

Apakah horror-nya berhasil?

Iya.


Apakah jumpscare, sound, visual dan color grading-nya menarik?

Menurut saya iya.

Apakah saya ingin menontonnya lagi?

Tidak juga.


Jadi kalau ditanya apakah film ini layak ditonton atau dilewati saja, jawaban saya mungkin...

Biasa saja.


Bukan berarti filmnya jelek.

Justru saya cukup menikmati pengalaman menontonnya, apalagi saya memang jarang menonton film horror dan kebetulan hari ini sedang libur kerja.


Saya datang ke NSC Kudus sendirian, masuk ke studio yang cukup sepi, dan ternyata mendapatkan film yang dari awal sudah berhasil membuat saya penasaran.

Saya suka dengan konsep Other Mommy, saya suka bagaimana film menggunakan warna-warna cerah untuk sesuatu yang horror, saya suka jumpscare-nya, dan sound-nya juga menurut saya sangat membantu.


Tapi setelah semuanya selesai?

Saya tidak merasa ingin menontonnya kembali.

Jadi untuk saya pribadi, Other Mommy adalah film horror yang cukup menarik untuk dicoba sekali, terutama kalau kalian suka film horror supernatural dengan konsep yang sedikit berbeda.

Kalau kalian sedang mencari tontonan horror untuk mengisi waktu dan kebetulan film ini sedang tayang, menurut saya boleh dicoba.

Tapi kalau kalian bertanya apakah film ini wajib banget ditonton?


Menurut saya tidak sampai segitunya.

Di IMDb, film ini mendapatkan rating sekitar 7/10, tetapi menurut saya rating tersebut tetap kembali kepada selera masing-masing penonton.

Untuk saya sendiri...


sekali nonton cukup.

Dan mungkin setelah pulang dari bioskop saya akan tetap mengingat Other Mommy sebagai salah satu film horror yang ternyata jauh lebih menarik daripada ekspektasi awal saya.